PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS PELAKU USAHA PANGAN LOKAL BINAAN TEKNOPARK PANGAN GROBOGAN

Grobogan, dalam rangka meningkatkan perekonomian pelaku usaha pangan lokal di Kabupaten Grobogan, pada tanggal 10-12 Juni 2024 UPTD Teknopark Pangan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Grobogan menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal Binaan Teknopark Pangan Grobogan”.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 3 hari bertempat di Ruang Pelatihan dan Gedung Pengolah Kedelai Teknopark Pangan, Wirosari, Grobogan. Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal Binaan Teknopark Pangan Grobogan ini diikuti oleh 30 peserta pelaku usaha pangan lokal Kabupaten Grobogan.

Kegiatan pelatihan pada hari pertama dilaksanakan pada hari Senin, 10 Juni 2024. Di hari pertama ini, peserta pelatihan mendapatkan 2 materi. Materi pertama yaitu “Penerapan HACCP pada Industri Pangan” disampaikan oleh Prof. Ir. Sri Budi Wahjuningsih, M.P. yang merupakan dosen di Fakultas Teknologi Pangan Universitas Semarang. HACCP ini sangat penting untuk diterapkan oleh pelaku usaha di bidang pangan untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi dan tidak menimbulkan bahaya bagi tubuh. Materi kedua yaitu “Pembuatan Produk Olahan Pangan Lokal” disampaikan oleh Praktisi dari Yuyu Catering Ibu Dini Apriliawati. Pangan lokal yang dipilih yaitu jagung, di mana Kabupaten Grobogan merupakan penghasil jagung terbesar di Jawa Tengah. Yuyu Catering memberikan materi teori dan praktek pembuatan cheesy corn cookies. Cheesy Corn Cookies ini merupakan inovasi baru kukis yang dibuat dari jagung segar (bukan tepung jagung), dengan rasa khas jagung yang enak.

Selasa, 11 Juni 2024 merupakan hari kedua kegiatan pelatihan berlangsung. Pada hari kedua ini, peserta juga mendapatkan 2 materi yang sangat menarik. Materi pertama diisi oleh Bapak Junaidi dari UKM Putra Tunggal yaitu “ Pengolahan Produk Pangan Berbasis Kedelai”. Pada materi pertama ini, peserta kegiatan pelatihan mendapatkan materi secara teori dan praktek. Produk yang dipilih yaitu pembuatan tempe hygiene dan kedelai sangrai. Peserta diajarkan secara langsung bagaimana cara membuat tempe dan cara membuat kedelai sangrai. Materi kedua yaitu “Strategi Pemasaran Digital” yang disampaikan oleh Ibu Hilya Fuady dan Ibu Shoimatul dari Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Selain memberikan materi secara teori, Tim Pengabdian FEB UNDIP juga mengajarkan secara langsung (praktek) cara membuat toko di Shopee. Tim Pengabdian FEB UNDIP juga mengajarkan bagaimana cara membuat konten produk yang baik dan menarik bagi customer.

Pada hari ketiga kegiatan pelatihan yaitu hari Rabu, 12 Juni 2024, kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh Bapak Suwarno, S.H. selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Grobogan. Bapak Kadin DKPD turut memberikan materi mengenai “Penggunaan Fasilitas di Teknopark Pangan Grobogan”, selain itu Bapak Suwarno, S.H. juga menampung segala aspirasi peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal Binaan Teknopark Pangan Grobogan. Materi kedua yaitu “Sertifikasi Halal” yang disampaikan oleh Bapak Kustanto S.Pd.I dari Kementerian Agama Kabupaten Grobogan. Pada materi ketiga ini, Bapak Kustanto, mengajarkan secara langsung bagaimana cara mendaftar sertifikasi halal melalui web SiHalal. Materi ini sangat penting mengingat mulai Oktober 2024 semua produk pangan yang beredar wajib bersertifikat halal. Peserta pelatihan sangat antusias selama mengikuti kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal Binaan Teknopark Pangan Grobogan. Antusiasme peserta ini membuat para narasumber juga semakin bersemangat dalam memberikan materi. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini, diharapkan pelaku usaha pangan lokal di Kabupaen Grobogan semakin berkembang dan semakin sukses.