Grobogan, 15 Oktober 2025, dalam rangka meningkatkan layanan dan peningkatan pemasaran produk pangan lokal binaan, Technopark Pangan Grobogan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Pemasaran Produk Pangan Lokal di Technopark Pangan Grobogan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta berjumlah 30 orang. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Pelatihan Gedung Utama Technopark Pangan Grobogan Desa Dapurno, Kec. Wirosari, Kab. Grobogan, Jawa Tengah.
Tanggal 15 Oktober 2025 yang merupakan hari terakhir kegiatan ini, peserta pelatihan mendapatkan 2 materi dari narasumber yang ahli dan terkait secara langsung pada bidangnya. Materi pertama yaitu “Visual yang Menjual: Strategi Konten Efektif untuk Pemasaran Produk” yang disampaikan langsung oleh Calvin Syahputra Saragih yang merupakan Konten Kreator. Peserta dijelaskan secara detail mengenai langkah yang harus dilakukan dalam membuat foto dan video yang bagus untuk pemasaran digital yang efektif. Peserta diajarkan bagaimana membuat foto produk lebih menarik, bagaimana mengatur pencahayaan, background foto, membuat komposisi foto yang rapi dan tetap menonjolkan keunggulan produk. Selain foto, peserta juga diajarkan bagaimana membuat video yang bagus, dimana video harus informatif, harus menarik (dengan menambahkan hook konten), dan mengajak penonton untuk lebih tertarik mencoba produk kita. Dalam membuat video juga harus memperhatikan durasi, karena video yang berdurasi lama akan cenderung membosankan.
Materi kedua yaitu “Memulai Bisnis dan Membuka Pasar” disampaikan oleh Ibu Shoimatul Fitria, S.E., M.M. yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Ibu Shoimatul menjelaskan bagaimana cara membuka pasar dari mulai menentukan segmen pasar, menentukan produk, Menentukan strategi pemasaran, dan bagaimana mengelola pelanggan supaya tetap setia dengan produk kita. Peserta juga diajarkan bagaimana memasarkan produk melalui sosial media instagram, tiktok, market place, dan facebook. Peserta juga diajarkan bagaimana cara posting konten di sosial media, tagar apa yang baik digunakan, jam berapa sebaiknya posting di sosial media, bagaimana cara membuat caption yang baik. Selanjutnya peserta juga diajarkan bagaimana cara mengelola keuangan bisnis yang baik.
Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan di hari kelima ini. Dengan langsung mempraktekkan apa yang disampaikan oleh Bapak Calvin dan Ibu Shiomatul peserta menjadi lebih aktif dan bersemangat. Acara ditutup dengan doa dilanjutkan foto bersama.
